“hatiku meronta kernahmu”.

Rontahan hatiku kau tidak tahu, sedihku kau tidak tahu, kecewaku kau tidak tahu, yang engkau tahu adalah aku bodoh di depan matamu. Aku rasa bersyukur jugalah kernah ada juga yang menyokongmu menguatkan semangatmu untuk memegang kata-katamu, tapi sedar tidak sedar kau dan mereka yang menyokongmu itu merugikan dirimu sendiri.

Kau yang bunuh harapanmu bersamaku, bukan aku, sebab di saat kau mustahil aku dapat kejar lagi, tapi aku masih menggenggam harapan secebis kuman, meski itu jelas terlihat tidak akan dapat aku kejar dirimu dengan muda, tapi harapan dalam jiwaku cukup tinggi untukmu.

Seandainya kau maafkan aku. Tidaklah begini cerita kita, tapi kau ego sangat. Kau malah tunjukkan dirimu bersama bfmu. Kau cuba sakiti aku. Kau fikir aku akan kejar kau. Maaflah, sejak kau hadir dalam hidupku sudah ramai yang aku singkirkan dari hidupku.

Tapi kau buta, tidak melihat itu. Kedang rasa sangat geram hati ini bila teringatkan pengorbananku untukmu kau tidak hargai. Maaf dan maaf aku katakan untukmu. Sebab kau terluka aku tidak sedari itu, aku betul-betul tidak sedari itu,, aku selalu keliru memastikan mana yang betul kau suka aku ke tidak. Atau apakah. Cukup aku keliru dengan dirimu.

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: